Jalan-jalan Di Kota Ridwan Kamil

Ramenesia – Kamu sering backpackeran, travelling keliling Indonesia bahkan dunia belum lengkap kalau tidak pernah ke Paris Van Java ? Salah satu julukan yang melekat pada kota yang dinahkodai walikota cerdas, asyik serta kebanggaan warganya, Ridwan Kamil. Dengan background lulusan  arsitek tak khayal lagi kalau beliau mampu membuat Kota Bandung menjadi lebih rapi, tertata, dan memiliki daya tarik tersendiri.

 

Mengawali pendidikan SD, beliau belum beranjak dari kotanya sampai ketika lulus kuliah S-1 di ITB jurusan Teknik Arsitektur pada tahun 1995. Karena hampir separuh hidupnya tinggal di Bandung ini, tak khayal kalau Negeri Pasundan sangat dikenali karakteristiknya oleh suami Atalia Praratya ini. Setelah lulus dari ITB, beliau melanjutkan kuliah S-2 di University of California, Berkeley.

ridwankamil

“Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa karya dan inspirasi.”ungkap pria yang lahir 4 Oktober 1971 silam ini. Kata-kata bijak yang sering keluar ini membuat warganya sangat mencintai dan bangga dengan Caretaker of Bandung. Walaupun tidak jarang terlontar guyonan-guyonan yang membuat gelak tawa diakun instagramnya yang menyindir para jomblo.

Goes To Bandung

Awal bulan Agustus kemarin berkesempatan lagi untuk menginjakkan kaki di tanah Kota Kembang. Berangkat dari Yogyakarta bersama satu teman kami naik kereta Kahuripan jam 18:58 seperti umumnya naik kereta kelas ekonomi, kursi yang rata membuat punggung pegal ketika sampai tujuan. Namun kereta api sekarang sudah sangat jauh lebih baik pelayanannya dari pada lima tahun yang lalu.

Tidak hanya kereta api yang kebetulan kami gunakan, statusnya sebagai kota besar Bandung bisa dilewati dengan berbagai moda transportasi. Bandung memiliki dua terminal besar, Terminal Leuwi Panjang melayani kedatangan dari Jakarta dan kota-kota antar pulau, dan Terminal Cicaheum dengan tugas melayani kedatangan dari beberapa daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, ataupun Jawa Timur. Stasiun Bandung seperti stasiun kota besar lainya kedatangan kereta ekonom, bisnis dan eksekutif dipisah. Untuk kereta ekonomi seperti yang kami pilih akan turun di Stasiun Kiara Condong, untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif akan berhenti di Stasiun Bandung.

Awesome-nya Kota Tuan Rumah Negara Asia Afrika

Ketika 18 April – 24 April 1955, terletak di Gedung Merdeka, Indonesia beserta 4 negara lainya mengadakan pertemuan besar di Bandung guna mempromosikan kerjasama dibidang ekonomi dan kebudayaan untuk melawan kolonialisme dan neokolonialisme seperti Amerika Serikat, Uni Soviet dan negara Imeprialis lainya. Karena kita tidak sedang membahas tentang KAA yang diselenggarakan di Bandung kepada kamu, maka kita lewati dahulu tentang bahasan ini.

Masjid dan Alun – Alun Bandung

alun alun bandung

Kekaguman kepada sang walikota Bandung tidak hanyak pada pribadinya terlihat friendly disosial media, tapi juga pada karya-karya beliau. Tata kota ini semakin menarik, karyanya bisa dinikmati oleh warga dan jadi kebanggaan. Sudah familiar dengan Masjid Darussalam dan alun-alunnya kan? Saat ini ikon Bandung itu menjadi tempat wajib dikunjungi kalau mampir di Kota Kembang walaupun hanya untuk ber-selfi ria di pelataran alun – alun.

Eits, untuk menikmati dan berfoto-foto di sini, kamu harus lepas alas kaki, tidak boleh seenaknya menginjak rumput sintetis yang terpasang atau kamu akan ditegur sama petugas satpol PP. Petugas satpol PP pun siap membantu kamu kalau sedang dalam masalah, karena mereka berdiri mengelilingi alun-alun.

Kebijkan Sang Cartaker Paris Van Java

smart city

Salah satu kebijakan walikota yang membuat Bandung semakin juara, adalah membuat kota ini serius menjadi kota Smart City. Pemanfaatan teknologi informasi sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, namun dibawah kepemimpinan sekarang smart city menjadi program yang lebih serius. Bahkan Bandung sekarang memiliki Dewan Smart City sebagai pendukung langkahnya.

Kebijakan Kang Emil sering kali berbasis gotong royong, sehingga seluruh elemen merasakan nikmatnya kerja sama dan akan merasa memiliki. Konsep ABG+C telah diterapkan oleh beliau bahkan mengajak negara luar sebagai sister city untuk kerjasama di berbagai sektor.

Efek dari beliau menerapkan ABG+C, Bandung sekarang jauh lebih bersih, ini terkait kebijakan beliau yang unik-unik untuk kota ini. Pernah menerapkan penanaman massal biopori untuk meminimalisir kebanjiran, kebijakan ini sangat didukung warganya. Beliau juga menolak Camry sebagai mobil dinas karena lebih sering kekantor naik sepeda dan mengalokasikan dananya untuk pengadaan truk sampah yang lebih dibutuhkan dari pada sekedar mobil dinas.

taman jomblo

Buat kamu yang jomblo dan merasa kesepian, Kang Emil pun sudah menyiapkan khusus untuk bernaung, Taman Jomblo. Dengan konsep tempat duduk single hanya cukup satu orang, itulah sebab kenapa taman ini disebut Taman Jomblo. Jadi buat para jomblo jangan bersedih hati kalau datang ke Bandung, kamu bisa ke Taman ini dan semoga bisa menemukan jodohnya.

Menuliskan Bandung tidaklah cukup satu halaman saja, keelokan kota ini lebih banyak dari pada apa yang kamu pikirkan. Satu atau dua hari saja tidak cukup, bahkan satu bulan liburan kesini juga belum cukup karena belum membahas tempat wisata unik dan kulinernya. Jadi kamu kapan ke Bandung? Bandung Juara!

About the author: ramenesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *