Dilarang Berkurban! Jika Kamu Masih Melakukan Hal Ini

Ramenesia –  Semua umat Islam didunia pasti mengetahui tentang hari raya Idul Adha yang identik dengan berkurban dan ibadah haji. Ibadah haji sendiri diwajibkan bagi umat muslim yang mampu. Sedangkan berkurban sangat disarankan, dan jangan sampai enggan berkurban karena harta berkurang. Lalu ketika berkurban apa saja yang harus dihindari agar berkurban diridhoi oleh Allah SWT.

1. Dilarang Berkurban Dengan Harta Haram

Sudah halalkah sumber hartamu untuk berkurban? Jangan sampai ketika kamu berkurban dengan sumber harta yang haram. Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang mendapat harta dengan jalan haram, kemudian ia menyambung silaturahim dengan harta itu, atau bersedekah dengannya, atau menginfakkan di jalan Allah, di hari kiamat nanti ia dan seluruh harta itu akan dikumpulkan dan dilemparkan ke dalam api neraka.”

uang

Dari sabda Rasulullah SAW tersebut memberikan peringatan bahwa harta haram sangat buruk efeknya terlebih diakhirat kelak. Alih – alih harta itu bermanfaat, yang ada malah ancaman Allah terhadap api neraka.

Jadi berkurban tidaklah hanya sekedar fisik hewan kurbannya yang baik, tetapi asal harta untuk berkurban harus diperhatikan agar menjadikan ridho bagi Allah SWT. Insya Allah jika kamu memperhatikan hal ini, maka akan mendapatkan lebih banyak kebaikan.

2. Dilarang Memotong Kuku dan Rambut Bagi Shohibul Kurban

Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anhaa bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih (kurban) maka hendaknya dia tidak memotong rambut dan kukunya” (HR Muslim no 1977).

memotong-kuku

Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa:

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِي الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ

“Barang siapa yang memiliki hewan sembelihan yang akan ia sembelih maka jika telah nampak hilal bulan Dzulhijjah maka janganlah ia memotong rambutnya dan kukunya sedikitpun hingga ia menyembelih” (HR Muslim no 1977)

Didalam hadits – hadits diatas, terdapat faedah sebagai berikut yang telah dijelaskan oleh Ustadz Firanda didalam websitenya:

  • Pertama

Kalau sudah memasuki malam 1 Dzulhijah dengan terlihatnya hilal, maka sejak saat itu pula dari terbenamnya matahari shohibul kurban untuk mencukur rambut ataupun memotong kukunya. Ini juga berlaku untuk rambut – rambut yang lain dan bulu – bulu yang lain.

  • Kedua

Larangan tersebut berlaku sampai kamu sebagai shohibul kurban menyembelih sembelihanmu. Namun ketika kamu menyembelih dari satu, maka larangan ini hanya berlaku sampai saat sembelihan pertama selesai walaupun masih ada sembelihan yang lain belum terpotong.

  • Ketiga

Ada perselisihan para ulama tentang hadits ini, dzohir dari hadits ini yaitu memotong kuku dan rambut bagi shohibul kurban hukumnya adalah haram dan bukan makruh. Dan pendapat yang kuat adalah hukumnya haram. Jika kamu memotong kuku atau rambut dalam keadaan ini, maka lebih baik beristighfar dam tidak perlu membayar fidyah serta tidak mempengaruhi keutamaan hewan sembelihanya.

  • Keempat

Larangan didalam hadits ini hanya berlaku jika kamu sebagai shohibul kurban, tidak berlaku kalau orang lain yang kamu wakilkan untuk membelikan hewan kurban atau penyembelih kurban.

  • Kelima

Jika awalnya kamu tidak berniat menyembelih hewan kurban, dan kemudian pertengahan Dzulhijah kamu memiliki niat, maka hukum ini berlaku semenjak kamu memasang niat tersebut.

  • Keenam

Hukum ini kondisinya akan gugur jika dalam keadaan darurat. Misal kamu butuh mencukur rambut karena dalam proses penyembuhan penyakit dan harus dibekam dikepala, atau karena kukumu pecah sehingga membutuhkan dipotong maka diperbolehkan memotong kuku dan gugur hukumnya. Karena kondisi muhrim ( orang yang sedang ihram) tidak lebih agung dari pada kondisi orang berkurban.

A Muslim pilgrim prays atop Mount Mercy on the plains of Arafat during the peak of the annual haj pilgrimage, near the holy city of Mecca...A Muslim pilgrim prays atop Mount Mercy on the plains of Arafat during the peak of the annual haj pilgrimage, near the holy city of Mecca early morning October 14, 2013. An estimated two million Muslims were in Mecca, Saudi Arabia, on Monday morning for the start of the annual Haj pilgrimage. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa (SAUDI ARABIA - Tags: SOCIETY RELIGION)

Orang yang bermuhrim boleh muncukur rambut ketika dibutuhkan untuk mencukur, demikian pula kalau kamu seorang shohibul kurban. Namun seorang muhrim diwajibkan membayar fidyah, tetapi kalau shohibul kurban tidak perlu membayar fidyah.

  • Ketujuh

Mencuci rambut seorang shohibul diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan hanya mencukur rambut ataupun bulu dan rambut lainya.

Dengan adanya pembahasan diatas, kamu bisa berhati hati ketika dalam keadaan shohibul kurban, atau kamu bisa memberi tahu ilmunya kepada rekan atau keluarga yang belum mengetahui.

About the author: ramenesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *