Cara Budidaya Tanaman Jahe

Tanaman herbal jahe memang sangat diminati oleh masyarakat khususnya Indonesia. Zingiber Officinale mempunyai banyak manfaat mulai dari menghangatkan tubuh sampai berfungsi sebagai bahan kecantikan. Untuk mengetahui manfaat jahe, silahkan baca manfaat jahe yang belum banyak orang tahu disini.

“Jahe merah sebenarnya tidak mempunyai kandungan zat bersifat bronko splasmolitika (zat pelega saluran nafas). Bisa jadi efek antihistamin terkandung dalam jahe yang mengakibatkan meredanya asma,” tutur DR. Suwijiyo Pramono, ahli fitofarmaka dari Universitas Gadjah Mada, dan merupakan lulusan Universite Toulose Perancis itu.

manfaat dan khasiat jahe

Tetapi bagi Anda penderita ashma sekaligus maag, tidak disarankan untuk mengkonsumsi jahe merah. “Gingerol pada jahe dapat mengakibatkan lambung panas dan iritasi,” tambah beliau.

Secara eksplisit dengan segudang manfaat khasiat, jahe ini memberitahu Anda pemilik jiwa bisnis bahwa ada peluang untuk mengembangkan jahe menjadi bisnis menguntungkan. Anda yang gemar bertani, peluang Anda lebih besar untuk dapat melakukan budidaya tanaman jahe ini.

Bagi Anda yang ingin memulai usaha budidaya jahe, ramenesia.com akan memaparkan rahasia cara menanam jahe dalam polybag. Uniknya menanam jahe tidak sulit, bahkan cukup ditanam diantara tanaman – tanaman pokok Anda. Berikut langkah – langkahnya:

manfaat dan khasiat jahe

Menyiapkan Media Tanam

Karena kita akan menggunakan media polybag atau karung bekas, otomatis media tanam yang harus disiapkan adalah polybag. Semakin besar polybag, maka semakin banyak pula jahe yang akan ditanam dan produktivitas semakin tinggi. Ukuran polybag minimal adalah 40 cm x 50 cm

Media Pengisi Polybag

cara pemupukan kelapa sawit

Polybag yang sudah Anda buat tadi silahkan isi dengan tanah, pasir rambon, dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau bisa 1:1:2. Tanah dengan kategori baik adalah tanah yang gembur dan subur.

Gembur sendiri harus memiliki komposisi liat, pasir, debunya seimbang tidak lupa teksturnya gembur. Sedangkan ciri tanah subur adalah mengandung banyak unsur hara. Jika gabungan tanah subur dan gembur tadi sudah siap, maka Anda tidak perlu menambah kandungan lain, meskipun tak jarang yang menambahkan pasir dan pupuk.

Pasir yang dipakai untuk mengisi polybag juga tidak sembarang pasir. Pasir yang dipakai merupakan pasir ladu atau pasir dengan campuran lumpur. Karena didalam pasir ini masih banyak mengandung bahan mineral endapan.

Selanjutnya pupuk organik yang dipakai bisa diambil dari pupuk kompos atau pupuk kandang. Namun pupuk kandang akan lebih bagus. Dari ketiga bahan tersebut silahkan masukkan kedalam polybag dan cukup seperempat saja.

Pembibitan

budidaya tanaman jahe

Selanjutnya adalah proses pembibitan tanaman jahe. Untuk Anda ketahui, bahwa pembibitan jahe sebaiknya memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Berasal dari jahe sudah tua, umur jahe sekitar 9 sampai 10 bulan.
  2. Rimpang jahe telah melalui masa dormansi 1 -1,5 bulan, masih segar, dan tidak terlihat tanda – tanda bibit penyakit.
  3. Kulit rimpang jahe mulus, tidak lecet bekas penggalian.
  4. Pilihlah rimpang yang besar sekaligus subur.
  5. Bibit tidak disimpan terlalu lama karena mengurangi kualitas.
  6. Syarat mutu genetik, mutu fisiologi (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik terpenuhi oleh bibit. Mutu fisik merupkan bibit bebas hama maupun penyakit.
  7. Rimpang yang akan dijadikan benih, lebih baik dipotong – potong menggunakan pisau steril (bisa menggunakan cutter) atau di patahin langsung, dengan menyisakan 2 – 3 bakal mata tunas. Bobot sekitar 25 gr – 60 gr untuk jahe putih besar, 20 – 40 gr jika jahe putih kecil dan jahe merah.

Pengecambahan

Bibit yang Anda punya tadi, silahkan direndam lebih dahulu atau dibasuh dengan air. Jika Anda khawatir bibit yang Anda punya terkena serangan jamur, maka Anda bisa merendam dengan larutan fungisida selama 15 menit dahulu, baru kemudian dibasuh dengan air.

Letakkan bibit yang sudah dibersihkan tadi di atas tampah atau sejenisnya, kemudian letakkan ditempat yang lembab agar berkecambah. Untuk menjaga kelembaban jahe, silahkan kontrol dan basuh dengan air ketika terlalu kering. Bibit tersebut akan mulai berkecambah ketika berumur 2 minggu.

Penyemaian

Teknik penyemaian yang sering dipakai adalah memakai peti kayu, dengan urutan langkah – langkah seperti ini:

  1. Letakkan bakal bibit selapis pada bagian dasar bibit kayu.
  2. Tambahkan abu gosok atau sekam padi, kemudian letakkan bakal bibit lagi beri abu gosok atau sekam padi lagi dan seterusnya sampai posisi paling atas adalah abu gosok atau sekam padi.
  3. Benih akan tumbuh ketika berumur 2 – 4 minggu. Setelah tumbuh dengan ketinggian 10 cm, bibit dapat dipotong dari rimpangnya untuk ditanam dipolybag. Diameter polybag untuk bibit adalah 7 – 10 cm.
  4. Jika ada sisa, silahkan pasang rimpang tersebut untuk disemai agar tumbuh bibit yang lain.
  5. Jangan menaruh tanaman jahe yang baru ditanam langsung pada tempat terbuka dengan sinar matahari langsung. Adaptasikan dahulu pada 1.5 – 2 bulan.

Penanaman

menyiram tanaman

Lakukan dengan hati – hati ketika proses penanaman bibit jahe pada polybag. Buatlah lubang pada polybag sebesar bibit jahe. Masukkan bibit jahe bersama medianya kedalam lubang tadi. Silahkan tutup dengan media disekitarnya dan padatkan secukupnya. Jangan lupa untuk rajin menyiram bibit tanaman jahe tersebut agar terpenuhi airnya.

Dengan ini Anda sudah satu langkah dalam usaha budidaya jahe. Selalu rawat tanaman jahe Anda agar menghasilkan panen yang optimal. (ramenesia.com)

About the author: ramenesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *