Belajar Itu dengan Ahlinya

Ramenesia – Kamu termasuk orang dengan kemampuan bisa belajar secara otodidak untuk memulai sesuatu yang baru? Jika ya, saya ucapkan selamat untuk kamu. Karena tidak semua orang mempunyai kemampuan seperti kamu. Tapi tahukan kalau orang dengan kemampuan belajar otodidak itu relatif cerdas ?

Otodidak, kata ini berasal dari negara Yunani dan merupakan kata serapan autodidaktos. Seorang seperti dengan kemampuan ini seringkali tidak mendapat bantuan dari orang lain untuk mempelajari sesuatu, dan karena keterbatasan itu maka berusaha dapat mempelajari sesuatu dengan mandiri. Hebatnya orang dengan kemampuan belajar otodidak merupakan orang – orang yang relatif cerdas dari pada mereka yang sering belajar secara formal, karena mereka ini seringnya belajar sekaligus mempraktekkannya.

Saya adalah termasuk orang yang susah belajar sendiri, minimal saya harus memiliki teman diskusi. Untuk memulai sesuatu yang baru, seringkali saya harus bertanya atau konsultasi kepada orang yang sudah pernah mengerjakan atau dari ahlinya. Kata orang sih saya tipikal pelajar visual, yaitu mempelajari sesuatu dengan cara melihat langsung. Dengan melihat sesuatu dan sedikit diskusi baru saya bisa memulai apa yang akan saya kerjakan.

Jangan tanya, untuk belajar menulis blog ini pun hasil buah diskusi dan nodong ilmu dengan teman lama, tentunya dia ini telah mengerjakan dahulu dengan sanad belajar yang bagus, konon sedang ber-evolusi jadi mastah ( jangan kapok mas Asep kalau saya repotin terus, hehehe).

Jadi ceritanya beberapa hari lalu teman saya, mas Asep, sudah kembali lagi ke Jogja dari hijrahnya dari kota Magetan. Saya sebagai orang yang fakir ilmu dan tetap berusaha jangan sampai fakir harta hehehe (Semoga Allah SWT meridhoi) tidak mau melewatkan kesempatan belajar sama dia. Akhirnya sehari setelah sampai Jogja, dia langsung saya ajak berdiskusi. Oh ya mas Asep ini dalam hijrahnya harus off dari kuliah selama setahun, dan sekarang ke Jogja dalam rangka birrul walidain, mohon doanya agar kuliahnya cepat selesai.

Singkat dari diskusi dengan dia, ada beberapa hal yang saya tangkap dan pelajari. Saya akan bagikan kekamu apa saja itu.

1. Belajarlah Dengan Ahlinya

ricky elson

Percayalah jika kamu tipikal orang seperti saya, ini sangat dibutuhkan ketika ingin memulai sesuatu yang baru, bahkan meskipun sudah biasa melakukan sesuatu itu (pekerjaan-red) kamu harus tetap belajar sama ahlinya.

Banyak orang tidak mengerti dari mana harus memulai, saya contohnya, ketika belajar coding program beberapa tahun lalu dengan cara otodidak, saya mengalami kesulitan, bahkan bingung harus dari mana, belajar sama teman kurang jelas juga. Sampai akhirnya saya ketemu seorang alumnus (selisih 10 angkatan :D) dan saya mulai belajar dengan dia (semoga mas Setiawan selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT). Setelah ketemu beliau dan cara penjelasanya, saya jadi paham.

Orang yang sudah fluent (ahli-red) dibidangnya, biasanya akan dengan mudah mengarahkan orang lain yang ingin belajar. Jadi jika kamu ingin belajar hal yang baru namun tipikal orang seperti saya yang susah belajar sendiri, temukan saja orang yang ahli dibidangnya, dan belajar sama beliau, insya Allah saya jamin Its Work !!

2. Belajar Tapi Jangan Banyak Belajar

autodidact

Setelah bertemu yang sudah kamu anggap ahlinya, bertanyalah hal – hal yang kamu butuhkan dan berkaitan agar ide yang kamu pikirkan jalan dahulu. Batasi dahulu informasi – informasi yang terlalu jauh yang menjadikan kamu down, sehingga mengurungkan niat menjalankan ide kamu itu. Usahakan bertanya step by step, sehingga ide yang sudah kamu rencanakan berjalan dan fokus.

Ketika kamu banyak belajar sedangkan tidak melakukan, bahkan karena banyaknya informasi yang kamu terima, semangat kamu malah akan mengendur, karena biasanya kamu akan menemukan celah untuk memberikan alasan.

Misalkan saya ketika belajar FB-ads dengan teman yang baru pulang belajar dari mas Bramantya Farid (terima kasih Mas Indra), saya berusaha membatasi ruang saya bertanya, alasannya karena saya ingin melakukan dahulu dan mempelajari ilmu baru ini. Jika saya sudah paham, maka saya mulai melakukan otak – atik sendiri. Nah biasanya saya mentok terhadap sesuatu, disini saya mulai bertanya lagi dan pertanyaanya sudah mengembang. Teman diskusi kamu juga tidak mau kali kalau harus nanya – nanya terus sedangkan kita bisa melakukan improvisasi sendiri.

3. Lingkungan Kondusif

 

Belajar ataupun bekerja yang nyaman itu ketika lingkunganya kondusif. Lingkungan seperti ini akan membuat tingkat produktivitasmu tinggi. Setiap orang memiliki kriteria lingkungan kondusif masing – masing. Saya sendiri memiliki kriteria lingkungan kondusif yaitu jika teman – teman atau rekan kerja produktif, kondisi tenang tidak berisik, tidak ada asap rokok.

Dari tiga hal tersebut, memang saya rasakan berpengaruh dengan diri saya. Kalau kamu ingin lebih maju dan tipikal orang seperti saya, gunakan tiga ilmu diatas Insya Allah bisa lebih terarah. Hari ini saya akan belajar tentang bisnis dengan ahlinya, owner batik Kertabumi di Wates, Kulon Progo. Hasil dari saya belajar akan saya share buat kamu semua nanti.

 

>> Hasil silaturrahmi di Kertabumi. [Update]

About the author: ramenesia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *